Download Gratis Aplikasi Nilai Ujian Sekolah SD DI SINI

Jumat, 21 Februari 2014

DOWNLOAD GRATIS APLIKASI NILAI UJIAN SEKOLAH SD TAHUN 2014

Menjelang persiapan Ujian Sekolah Tahun Pelajaran 2013/2014, dimana saat ini sudah memasuki tahap Try Out I, kembali saya persembahkan Aplikasi Nilai Ujian Sekolah SD Tahun 2014. Aplikasi yang sudah berjalan di tahun keempat ini, sejak edisi pertama tahun 2011, sengaja saya beri label sesuai edisinya: Versi Keempat.

Beberapa perbaikan telah ditambahkan pada Versi Keempat ini dimana judul utama, dari Ujian Nasional (UN) beralih menjadi Ujian Sekolah (US). Menu UN yang terdapat di versi-versi sebelumnya sengaja tetap dipertahankan.

Jumat, 15 Februari 2013

PERMOHONAN MAAF

Mohon maaf yang sebesar-besarnya kami sampaikan.

Blog kami sedang dalam perawatan sehingga beberapa menu dan tampilan tidak bisa diakses dan atau tidak bisa tampil sempurna. Terima kasih atas kunjungan Anda.

DZAKIRON
Pemimpin Redaksi

Selasa, 27 November 2012

JUMILAH, PEREMPUAN SEDERHANA DENGAN PERUBAHAN BESAR


Jumilah, seorang perempuan sederhana dari Dusun Duduk Bawah, Desa Batu Layar, Kabupaten Lombok Barat di Nusa Tenggara Barat, memiliki konsisten dan komitmen untuk terus berubah dan meningkatkan potensi diri. Konsistensi dan komitmennya mendorong Jumilah mengajak beberapa temannya untuk membentuk kelompok belajar di dusunnya. Kelompok belajar ini dikenal dengan nama Sekolah Jumilah.

Murid-murid di Sekolah Jumilah adalah anak-anak yang tidak bersekolah di sekolah umum, mereka yang menikah di usia remaja, dan para orang tua yang buta aksara. Prestasi Jumilah inilah yang membuatnya memperoleh Anugerah Peduli Pendidikan (APP) 2012 untuk kategori Individu atau Inovator Pendidikan. 

“Saya merasa terharu dan bahagia karena apa yang saya lakukan itu ada hikmahnya. Saya juga belajar, tidak sia-sia, ilmu yang saya punya itu bisa saya tularkan ke anak-anak saya, ke saudara-saudara saya yang buta aksara. Pesan saya harapan saya ke depan semoga ada yang mau mengikuti jejak saya tanpa mengharapkan pamrih,” tutur Jumilah saat ditemui usai Malam APP 2012 di Plasa Insan Berprestasi Pendidikan Kemdikbud, Jakarta, (22/11). 

Sekolah Jumilah mulai dirintisnya sejak tahun 2005. “Karena tidak ada guru, jadi kami semua sama. Belajar bersama, bertanya bersama, bekerja bersama, tidak ada guru dan tidak ada murid,” katanya. Awalnya, Jumilah sendiri yang mengajar baca-tulis dan berhitung, namun kini beberapa warga turut aktif mengajar di sekolah ini. Para murid tidak hanya belajar baca-tulis dan berhitung, namun kini juga diajarkan pengelolaan lingkungan hutan, peternakan, pengelolaan ekonomi keluarga, dan keterampilan usaha sederhana lainnya. 

Jumilah sendiri bukanlah seseorang dengan latar belakang pendidikan yang bagus. Ia hanya sempat mencicipi bangku sekolah hingga kelas 2 SD, itupun tidak sampai naik ke kelas 3 SD, karena tidak mampu melanjutkan sekolah karena keterbatasan ekonomi. Namun kondisi tersebut tidak menyurutkan motivasinya untuk terus belajar dan ikut memajukan pendidikan di dusunnya. “Alhamdulillah karena kemauan saya, saya bisa baca tulis. Saya belajar sama anak saya yang kelas 2 SD. Sekarang anak saya yang cewek nomor satu kelas 2 SMA, yang nomor dua kelas 3 SMP, yang paling kecil baru 2 tahun,” ujar perempuan berjilbab ini. 

Pendanaan Sekolah Jumilah murni berasal dari swadaya sendiri. Jumilah tidak meminta dana dari masyarakat maupun dari lembaga mana pun. “Kalau ada tamu yang ingin ke tempat saya, saya sengaja minta persyaratannya buku tulis untuk anak-anak,” jelasnya. 

Pada Agustus 2009, Jumilah nekat menulis surat kepada Gubernur NTB, M Zainul Majdi. Perasaannya campur aduk ketika ia menyurati sang gubernur, antara takut dan segan. Tetapi dorongan untuk mengembangkan sekolahnya begitu besar sehingga mengalahkan rasa takutnya. Hasilnya luar biasa, Gubernur NTB langsung datang melihat Sekolah Jumilah dan memberikan bantuan Rp 5 juta untuk merenovasi tempat belajar anak-anak, dan bantuan Rp 10 juta untuk membangun mesjid. Kedatangan Gubernur NTB dan bantuannya membuat masyarakat Dusun Duduk Bawah terkejut sekaligus bahagia. 

“Saya minta dia turun, tidak hanya mendengar cerita lewat sms dan HP, langsung ke lapangan. Perasaan kami masyarakat di Dusun Duduk Bawah itu bagaikan diturunin lailatul qadr. Pokoknya heboh sudah. Satu minggu saya tak keluar rumah. Karena terus meresapi apa yang saya alami. Sekarang listrik sudah ada, PNPM sudah masuk, jaringan telepon juga sudah masuk,” tuturnya mengenang kejadian tiga tahun lalu itu. 

Anugerah Peduli Pendidikan 2012 bukan lah penghargaannya yang pertama. Sebelumnya Jumilah pernah mendapatkan penghargaan dari Radio Delta FM Jakarta atas dedikasinya di bidang pendidikan. Tahun 2011 juga menjadi tahun yang spesial untuk Jumilah. Ia terpilih bersama 53 perempuan lainnya yang menerima penghargaan Tupperware She Can! Award 2011. Para perempuan dari berbagai profesi dan berasal dari seluruh daerah di tanah air ini, dinilai pantas menerima penghargaan atas kontribusi yang positif terhadap lingkungan sosial mereka, sehingga memajukan lingkungan dan orang-orang sekitarnya. 

Selama kurang lebih tujuh tahun mengembangkan sekolahnya, Jumilah sempat menemui berbagai kesulitan. “Yang namanya kebaikan pasti ada kendalanya. Ada saja yang tidak enak. Ada juga yang pandangan beda. Kalau dilihat dari segi ekonomi dan pendidikan, saya ngga akan bisa”. Namun dukungan penuh dari keluarganya serta masyarakat sekitar membuat Jumilah terus termotivasi dan pantang menyerah dalam memajukan lingkungannya. 


Sumber: Kemdkbud

Berita lainnya seputar Sekolah Jumilah:

Praktik Cerdas di Sekolah Jumilah

Video Sekolah Jumilah

Minggu, 25 November 2012

MENGAPRESIASI PROFESI GURU DI HARI GURU

oleh Bambang Indriyanto
Peneliti pada Pusat Penelitian Kebijakan


Hari Guru yang diperingati setiap tahun pada tanggal 25 November mempunyai dua makna. Pertama merupakan pengakuan terhadap profesionalisme guru. Kedua merupakan refleksi terhadap apa yang telah dicapai oleh organisasi guru dan individu guru dalam menjalankan tugasnya, sekaligus merupakan “antisipasi” terhadap langkah yang harus diambil bagi guru dan organisasi guru untuk menegaskan prefisionalisme guru ke depan.

Dalam perspektif pedagogis guru merupakan suatu konsep yang menggambarkan sosok pribadi mulia yang menjalankan peran mengajar. Dalam tulisan ini mengajar mempunyai dua arti yaitu transferring dan transforming. Mengajar dalam arti transferring yaitu “memindahkan” informasi yang disebut ilmu pengetahuan kepada para siswa yang diajarnya, sedangkan mengajar dalam arti transforming yaitu menamkan nilai budaya positif kepada para siswa yang diajarnya. Dalam menjalankan peran kedua, guru tidak hanya mengajarkan tetapi sekaligus menjadi suri tauladan bagi siswanya. Kedua peran ini diekspresikan secara puitik dalam lirik Hymne Guru sebagai berikut: 

“Engkau sebagai pelita dalam kegelapan 
Engkau laksana embun penyejuk dalam kehausan” 

Tentunya saja kita tidak bisa, atau bahkan tidak berhak, menilai bahwa peran transfering lebih penting daripada peran transforming, atau sebaliknya peran transforming lebih penting daripada peran trasnfering. Keduanya mempunyai peran yang setara karena membentuk keseimbangan antara kompetensi nalar dan kompetensi kepribadian bagi para siswa. Keduanya terangkum dalam hasil pendidikan yang sekarang ini menjadi topik pembicaraan yaitu siswa berkarakter. 

Dalam konotasi guru seperti yang diketengahkan di atas, maka sosok guru tidak hanya berarti figur yang berdiri di depan ruang kelas dalam suatau lembaga yang disebut dengan sekolah, tetapi juga mereka yang melakukan fungsi mengajar meskipun tidak berada di dalam gedung sekolah. Mereka adalah tutor yang bertugas mengajar anak-anak yang terdaftar pada Kelompok Belajar (Kejar) Paket A dan B. Mereka yang mengajar anak-anak jalanan juga berhak mendapat predikat sebagai guru meskipun mereka melaksanakan tugas mengajarnya di bawah kolong jembatan. Predikat guru juga berhak disandang oleh mereka yang mengajar anak-anak dengan berkebutuhan khusus. 

Perbedaan konteks tempat mengajar tidak membedakan predikat mereka sebagai guru. Hal ini lain menjadikan mereka sama-sama berhak menyandang predikat sebagai guru karena dua faktor yaitu dedikasi dan profesionalisme. Dedikasi tidak hanya diukur dengan waktu yang dicurahkan untuk mengajar, tetapi pada kesetiaan mereka untuk melakukan peran mengajar. 

Profesionalisme secara epistimologis berarti melakukan pekerjaan sesuai dengan kriteria professi. Profesionalisme guru adalah kompentensi untuk melakukan tugas mengajar secara efektif. Dalam melakukan tugasnya guru tidak boleh membedakan siswa berdasarkan agama, suku bangsa, dan latar belakang ekonomi orangtua. Namun demikian membedakan berdasarkan minat dan bakat siswa merupakan keniscayaan bagi seorang guru untuk melakukan tugas mengajarnya. Membedakan berdasarkan minat dan bakat tidak dianggap sebagai tindakan diskrimantif. 

Profesionalisme jabatan guru tidak bersifat statis, tetapi dinamis. Implikasi dari hal ini adalah guru perlu senantiasa meningkatkan kompetensinya. Untuk menjaga profesonalisme, setiap guru harus selalu mengembangkan kompetensinya. Kapan harus berhenti meningkatkan kompetensinya?. Pada saat tidak lagi menjadi guru. Pada dasarnya peningkatan kompetensi tidak ada batasnya, sepanjang masih menjadi guru, selama itu kompetensi perlu terus ditingkatkan. 

Jika kita menyimak media massa, terutama media cetak banyak sekali kritik dilontarkan kepada guru. Dari sudut pandang positive thinking, lontaran kritik tersebut bukan bersifat pribadi dan bukan ungkapan rasa benci, tetapi sebaliknya justru karena penghargaan terhadap profesi guru. Anggota masyarakat justru merasa bahwa peran guru yang sangat startegis untuk menghantarkan generasi sekarang ke masa depan bangsa yang lebih cermerlang. 

Tahun 2045 merupakan tonggak sejarah bagi bangsa Indonesia. Pada tahun itu, bangsa Indonesia tidak hanya merayakan 100 tahun terbebas dari penjajahan, tetapi Bangsa Indonesia juga dengan lantang menyatakan kemandiriannya baik secara ekonomi maupun politik. Generasi yang sekarang, terutama yang berada pada jenjang pendidikan dasar, akan menjadi generasi yang memimpin pada tahun 2045. Mereka menanti uluran tangan guru profesional untuk berdiri tegak sejajar dengan bangsa lain. Selamat ulang tahun Bapak dan Ibu guru, Jasamu tiada tara. 


Sumber: Kemdikbud

Kamis, 15 November 2012

PRAMUKA AKAN MENJADI MATA PELAJARAN WAJIB DI SD

Hari ini (14/11/2012) fase perubahan kurikulum memasuki tahap kedua, yaitu konsultasi dengan Wakil Presiden RI Boediono. Setelah dilakukan pembahasan di lingkungan kementerian, selanjutnya adalah pemaparan draf perubahan kurikulum ke Wakil Presiden. Dari pemaparan tersebut terungkap bahwa nanti, jumlah mata pelajaran di sekolah dasar (SD) akan diringkas menjadi 7 yang sebelumnya 10 mata pelajaran.

Pramuka akan menjadi salah satu dari tujuh mata pelajaran wajib untuk siswa SD pada tahun ajaran baru mendatang. Selain Pramuka, 6 mata pelajaran lain yang akan diajarkan di SD mulai tahun ajaran 2013/2014 adalah Pendidikan Agama, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, Matematika, Seni Budaya dan Prakarya, Pendidikan Jasmani serta Olahraga dan Kesehatan.

Untuk tingkat SD, saat ini ada 10 mata pelajaran yang diajarkan, yaitu Pendidikan Agama, Pendidikan Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, Matematika, IPA, IPS, Seni Budaya dan Keterampilan, Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan, serta Muatan lokal dan Pengembangan diri.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Mohammad Nuh mengatakan khusus untuk Pramuka adalah mata pelajaran wajib yang harus ada di mata pelajaran, dan itu diatur dalam undang-undang. M. Nuh juga menjelaskan orientasi pengembangan kurikulum 2013 adalah tercapainya kompetensi yang berimbang antara sikap, keterampilan, dan pengetahuan, disamping cara pembelajarannya yang holistik dan menyenangkan.

Kurikulum 2013 menekankan aspek kognitif, afektif, psikomotorik melalui penilaian berbasis test dan portofolio saling melengkapi. "Siswa untuk mata pelajaran tahun depan sudah tidak lagi banyak menghafal, tapi lebih banyak kurikulum berbasis sains," kata M Nuh Pada kurikulum SD 2013 memiliki ciri khusus yaitu bersifat tematik integratif. Dalam pendekatan ini mata pelajaran IPA dan IPS sebagai materi pembahasan pada semua pelajaran, yaitu dua mata pelajaran tersebut akan diintegrasikan ke dalam semua mata pelajaran.

Untuk mata pelajaran IPA akan menjadi materi pembahasan pelajaran Bahasa Indonesia dan Matematika. Sedangkan untuk mata pelajaran IPS akan menjadi pembahasan materi pelajaran Bahasa Indonesia dan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn).

Fase selanjutnya setelah presentasi pengembangan kurikulum 2013 ini kepada Wakil Presiden adalah uji publik. Sebelum kurikulum 2013 diterapkan mulai tahun ajaran baru 2013, akan diuji publik sekitar November 2012.

"Masyarakat bisa memberikan masukan atas setiap elemen kurikulum mulai dari standar kompetensi lulusan, standar isi, standar proses hingga standar evaluasi. Adanya uji publik ini diharapkan kurikulum yang terbentuk telah menampung aspirasi masyarakat," jelas M Nuh.


Sumber: sekolahdasar.net

Senin, 29 Oktober 2012

INFO PENTING : KELENGKAPAN ISIAN PTK DI DAPODIK YANG WAJIB DIISI, TERKAIT TUNJANGAN

Situs Info Pendataan Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar Kementerian Pendidikan danKebudayaan mempublikasikan info penting tentang Kelengkapan Isian PTK di Dapodik yang Wajib Diisi Terkait Tunjangan. 

Dalam file pdf dua halaman berjudul “Data-data pada Dapodik yang bersifat Mandatory (wajib) karena berpengaruh Langsung ke Program-program di P2TK Dikdas”, tertera 18 poin penting yang wajib diisi.

<![endif]-->
Kedelapan belas poin tersebut antara lain: NUPTK harus diisi dan Valid, Nama PTK diisi dengan benar, Tanggal Lahir harus benar, TMT pengangkatan diisi dengan benar, Tugas mengajar harus sesuai, dan sebagainya.

Silahkan unduh file DI SINI.


Semoga bermanfaat.


Sabtu, 13 Oktober 2012

UN 2013 TETAP DIGELAR, 20 VARIASI SOAL DISIAPKAN

Pemerintah tetap berencana menyelenggarakan Ujian Nasional tahun depan. Sejumlah perubahan dilakukan, salah satunya 20 variasi soal, berbeda dengan UN tahun 2012 yang memiliki lima variasi soal.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh menyampaikan, secara legal yuridis pelaksanaan UN ada dasar undang-undang dan peraturan pemerintahnya. Kemudian dari sisi akademik sampai bentuk soal pilihan ganda juga ada dasarnya. “Insya Allah tahun depan UN tetap dilakukan, tetapi ada beberapa perubahan,” katanya saat memberikan keterangan pers di Gedung A Kemdikbud, Jakarta, (11/10).

Jika pada tahun ini hanya ada lima macam variasi soal untuk 20 peserta didik dalam satu kelas, maka pada tahun depan disiapkan 20 macam variasi soal. “Setiap peserta didik dalam satu kelas akan mengerjakan soal yang berbeda semua. Ini yang diuji kemampuan perseorangan, bukan kolektif. Kita ingin tingkatkan kekhusyukan peserta,” katanya.

Adapun terkait standar kelulusan, Mendikbud mengatakan, ada kemungkinan untuk meningkatkan dari 5,5 menjadi 6. Alternatif lainnya, standar nilainya tetap 5,5 tetapi derajat kesulitan soal ditingkatkan. Pada tahun ini proporsi tingkat kesulitan soal adalah 10 persen mudah, 80 persen sedang, dan 10 persen sukar. Formulasi pada tahun depan kemungkinan menjadi 10 persen mudah, 70 persen sedang, dan 20 persen sukar. “Masih belum, akan kami matangkan bersama dengan BSNP (Badan Standar Nasional Pendidikan). Pemikiran untuk meningkatkan ada, dengan kemungkinan tingkat kesulitan,” katanya.

Mendikbud menambahkan, seleksi penerimaan calon mahasiswa baru pada tahun depan dibagi menjadi tiga jalur. Sebanyak 50 persen akan menggunakan jalur undangan, 30 persen jalur ujian tertulis, dan 20 persen jalur mandiri. Mendikbud menyebutkan, nilai indeks prestasi kumulatif (IPK) mahasiswa IPB yang diterima melalui jalur undangan dari tahun ke tahun mengalami peningkatan signifikan. “Melalui jalur undangan, yang dipakai untuk menentukan kelulusan adalah nilai UN dan rapor.”

Ketua BSNP Muhammad Aman Wirakartakusumah mengatakan, pihaknya sedang menyiapkan kisi-kisi soal UN dan diharapkan selesai pada November mendatang. Menurut dia, kisi-kisi soal UN tidak jauh berbeda dengan kisi-kisi soal tahun ini karena kisi-kisi tersebut dikembangkan dari standar isi. "Kisi-kisi hanya bersifat lebih operasional. Bank dari kisi-kisi sudah ada," katanya. 


Sumber: Kemdikbud

Jumat, 28 September 2012

Pusat Kurikulum dan Pusat Perbukuan Menjadi Satu

Reformasi birokrasi di lingkungan Kementerian Pendidikan Nasional telah dilaksanakan awal tahun 2011. Reformasi ini dilaksanakan berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 36 tahun 2010. Tentang Organisasi Tata Kerja Kementerian Pendidikan Nasional yang ditetapkan pada tanggal 22 Desember 2010.

Salah satu bentuk dari reformasi tersebut adalah menyatunya Pusat Kurikulum dan Pusat Perbukuan dengan nama baru Pusat Kurikulum dan Perbukuan.

Setelah menyatu, tugas Pusat Kurikulum dan Perbukuan adalah “melaksanakan penyusunan kebijakan teknis, pengembangan kurikulum, metodologi pembelajaran, dan pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah, pendidikan nonformal, dan pendidikan informal” (Pasal 586).

Dalam melaksanakan tugas itu, Pusat Kurikulum dan Perbukuan menyelenggarakan fungsi yaitu: 
  1. Penyusunan kebijakan teknis pengembangan kurikulum, metodologi pembelajaran, perbukuan, dan sumber pembelajaran lainnya. 
  2. Pengembangan model kurikulum dan metodologi pembelajaran. 
  3. Pengembangan materi buku pelajaran dan sumber pembelajaran lainnya. 
  4. Pengelolaan informasi kurikulum dan meteri buku pelajaran serta sumber pembelajaran lainnya. 
  5. Pemantauan dan evaluasi pelaksanaan pengembangan kurikulum metodologi pembelajaran, perbukuan, dan sumber pembelajaran lainnya. 
  6. Koordinasi dan fasilitasi pengembangan kurikulum, metodologi pembelajaran, perbukuan, dan sumber pembelajaran lainnya. 
  7. Penyusunan laporan pelaksanaan pengembangan kurikulum, metodologi pembelajaran, perbukuan, dan sumber pembelajaran lainnya. 
  8. Pelaksanaan administrasi Pusat Kurikulum dan Perbukuan. 


Sumber: puskurbuk.net

Berlangganan Artikel via Email

Silahkan masukkan email Anda:

Delivered by FeedBurner